Asam
dan Basa Organik
Klasifikasi asam-basa pada senyawa
organik pada umumnya mengikuti teori asam-basa Bronsted –Lowry. Penentuan
kekuatan asam-basa dapat dilihat dari arga pKa atau pKb nya. Yang perlu diingat
bahwa asam kuat akan menghasilkan basa konjugasi yang stabil, begitu juga
sebaliknya akan lebih kompleks. Kebanyakan asam adalah netral, maka basa
konjugasi dari sebagian besar asam bermuatan negatif, karena asam tersebut
kehilangan proton.
Asam
organik
Asam organik dicirikan oleh adanya atom
hidrogen yang terpolarisasi positif. Terdapat dua macam asam organik, yang
pertama adanya atom hidrogen yang terikat dengan atom oksigen, seperti pada metil
alkohol dan asam asetat. Kedua, adanya atom hidrogen yang terikat pada atom
karbon di mana atom karbon tersebut berikatan langsung dengan gugus karbonil
(C=O), seperti pada aseton.
Metil alkohol mengandung ikatan O-H dan
karenanya bersifat asam lemah, asam asetat juga memiliki ikatan O-H yang
bersifat asam lebih kuat. Asam asetat bersifat asam yang lebih kuat dari metil
alkohol karena basa konjugat yang terbentuk dapat distabilkan melalui
resonansi, sedangkan basa konjugat dari metil alkohol hanya distabilkan oleh
keelektronegativitasan dari atom oksigen.
Keasaman aseton diperlihatkan dengan basa
konjugat yang terbentuk distabilkan dengan resonansi. Dan lagi, datu dari
bentuk resonannya menyetabilkan muatan negatif dengan memindahkanmuatan
tersebut pada atom oksigen.
Basa Organik
Basa organik dicirikan dengan adanya atom dengan pasanganelektron bebas
yang dapat mengikat proton. Senyawa-senyawa yangmengandung atom nitrogen
adalah salah satu contoh basa organik,tetapi
senyawa yang mengandung oksigen dapat pula bertindaksebagai basa ketika
direaksikan dengan asam yang cukup kuat. Perludicatat bahwa senyawa yang
mengandung atom oksigen dapatbertindak sebagai asam maupun basa, tergantung lingkungannya. Misalnya
aseton dan metil alkohol dapat bertindak sebagai asamketika menyumbangkan
proton, tetapi sebagai basa ketika atom oksigennya menerima proton.
Reaksi
Reduksi Oksidasi (Redoks) pada Hidrokarbon
Reaksi Oksidasi pada Senyawa Hidrokarbon
Suatu senyawa alkana yang bereaksi dengan oksigen
menghasilkan karbon dioksida dan air disebut dengan reaksi pembakaran.
Perhatikan persamaan reaksi oksidasi pada senyawa hidrokarbon berikut.
CH4(g) + O2(g) → CO2(g) + H2O(g)
Reaksi pembakaran tersebut, pada dasarnya
merupakan reaksi oksidasi. Pada senyawa metana (CH4) dan karbon
dioksida (CO2) mengandung satu atom karbon. Kedua senyawa tersebut
harus memiliki bilangan oksidasi nol maka bilangan oksidasi atom karbon pada
senyawa metana adalah –4, sedangkan bilangan oksidasi atom karbon pada senyawa
karbon dioksida adalah +4.
Bilangan oksidasi atom C pada senyawa karbon
dioksida meningkat (mengalami oksidasi), sedangkan bilangan oksidasi atom C
pada senyawa metana menurun.
Reaksi oksidasi
Reaksi melibatkan oksidator seperti O2,
O3, dan KMnO4. Reaksi oksidasi yang penting adalah reaksi
dengan O2 yang dikenal sebagai pembakaran.
Contoh reaksi oksidasi:
Reaksi oksidasi alkohol
primer, sekunder, dan tersier
Alkohol primer, sekunder, dan
tersier memberikan reaksi berbeda terhadap oksidator seperti K2Cr2O7,
KMnO4, dan O2.
Reaksi oksidasi alkohol primer,
sekunder, dan tersier.
Reaksi oksidasi pada
alkoksi alkana (eter)
Alkoksi alkana bereaksi dengan O2
membentuk senyawa hidroperoksida
Reaksi oksidasi pada
alkanal/aldehid
Reaksi oksidasi alkanal digunakan sebagai reaksi
identifikasi antara alkanal/aldehid dengan alkanon/keton. Simak informasi
lengkapnya
Reaksi oksidasi
alkanon/keton
Alkanon tidak dapat mereduksi oksidator lemah seperti
larutan fehling dan larutan tollens. Sifat ini, digunakan untuk membedakan
alkanon dari isomer fungsinya, yaitu alkanal/aldehid. Simak informasinya
Reaksi oksidasi pada
asam alkanoat
Reaksi oksidasi asam alkanoat hanya
terjadi pada asam metanoat dan asam 1,2 etanadioat
PENGERTIAN REDUKSI OKSIDASI
Pengikatan Oksigen :
Senyawa
yang terbentuk dari hasil reaksi dengan oksigen dinamakan oksida sehingga
reaksi antara oksigen dan suatu unsur dinamakan reaksi oksidasi. Karat
besi adalah senyawa yang terbentuk dari
hasil reaksi antara besi dan oksigen (besi oksida). Perkaratan besi
merupakan salah satu contoh dari reaksi oksidasi. Persamaan
reaksi pembentukan oksida besi dapat ditulis
sebagai berikut.
Pada
reaksi tersebut, besi mengalami oksidasi dengan cara mengikat oksigen
menjadi besi oksida. Kebalikan dari reaksi oksidasi dinamakan
reaksi reduksi. Pada reaksi reduksi terjadi pelepasan
oksigen. Besi oksida dapat direduksi dengan cara
direaksikan dengan gas hidrogen, persamaan reaksinya:
Pelepasan dan
Penerimaan Elektron
Dalam
konsep redoks, peristiwa pelepasan elektron dinamakan oksidasi, sedangkan
peristiwa penerimaan elektron dinamakan reduksi. Reaksi
redoks pada peristiwa perkaratan besi dapat dijelaskan dengan reaksi
berikut:
Pada reaksi tersebut, enam
elektron dilepaskan oleh dua atom besi dan
diterima oleh tiga atom oksigen membentuk senyawa Fe2O3, Oleh karena itu,
peristiwa oksidasi selalu disertai peristiwa reduksi. Pada setiap persamaan
reaksi, massa dan muatan harus setara
antara ruas kanan dan ruas kiri (ingat
kembali penulisan persamaan reaksi). Persamaan reaksi redoks
tersebut memiliki muatan dan jumlah atom yang sama antara ruas sebelah kiri dan
sebelah kanan persamaan reaksi. Oksidasi besi netral
melepaskan elektron yang membuatnya kehilangan
muatan. Dengan menyamakan koefisiennya maka
muatan pada kedua ruas persamaan reaksi
menjadi sama. Penyetaraan pada reaksi reduksi
oksigen juga menggunakan cara yang sama.
Dari persamaan tersebut, dapat diketahui bahwa Mg melepaskan
elektron dan Cl menerima elektron. Dengan demikian, Mg mengalami oksidasi dan
Cl mengalami reduksi.
Reduktor dan Oksidator
Dalam
reaksi redoks, pereaksi yang dapat
mengoksidasi pereaksi lain dinamakan zat
pengoksidasi atau oksidator. Sebaliknya, zat
yang dapat mereduksi zat lain dinamakan zat
pereduksi atau reduktor. Pada Contoh diatas, Magnesium melepaskan
elektron yang menyebabkan klorin mengalami reduksi.
Dalam hal ini, magnesium disebut zat
pereduksi atau reduktor. Sebaliknya, atom
klorin berperan dalam mengoksidasi magnesium
sehingga klorin disebut oksidator.
Reaksi Redoks
Berdasarkan Perubahan Bilangan Oksidasi
Bagaimana bilangan
oksidasi dapat menjelaskan reaksi redoks? Apa
Anda cukup puas dengan konsep transfer
elektron? Tinjau antara reaksi SO2 dengan O2 membentuk SO3. Reaksinya dapat
dituliskan sebagai berikut :
Jika
dikaji berdasarkan konsep pengikatan oksigen
maka reaksi tersebut adalah reaksi oksidasi.
Jika dikaji berdasarkan transfer elektron maka Anda
mungkin akan bingung, mengapa? Pada reaksi tersebut tidak terjadi
transfer elektron, tetapi terjadi penggunaan bersama
pasangan elektron membentuk ikatan kovalen. Reaksi tersebut
tidak dapat dijelaskan dengan konsep transfer elektron.
Oleh
karena banyak reaksi redoks yang tidak dapat dijelaskan dengan konsep
pengikatan oksigen maupun transfer elektron maka para pakar kimia
mengembangkan konsep alternatif, yaitu perubahan bilangan oksidasi. Menurut
konsep ini, jika dalam reaksi bilangan
oksidasi atom meningkat maka atom tersebut mengalami
oksidasi. Sebaliknya, jika bilangan oksidasinya
turun maka atom tersebut mengalami reduksi.
Untuk
mengetahui suatu reaksi tergolong reaksi redoks atau bukan menurut
konsep perubahan bilangan oksidasi maka perlu diketahui biloks dari setiap
atom, baik dalam pereaksi maupun hasil reaksi.
Berdasarkan
diagram tersebut dapat disimpulkan bahwa:
Atom
S mengalami kenaikan biloks dari +4
menjadi +6, peristiwa ini disebut oksidasi; atom O mengalami
penurunan biloks dari 0 menjadi –2, peristiwa ini disebut reduksi.
Dengan demikian, reaksi tersebut adalah
reaksi redoks.
Oleh
karena molekul O2 menyebabkan molekul SO2 teroksidasi
maka molekul O2 adalah oksidator. Molekul O2 sendiri
mengalami reduksi akibat molekul SO2 sehingga SO2
disebut reduktor.
Pertanyaan:
- Dari artikel di atas dikatakan bahwa pada senyawa organik umumnya mengikuti teori asam basa Bronsted-Lowry, dimana adanya transfer proton dari asam ke basa. Mengapa demikian? Mengapa tidak mengikuti teori Arrhenius ataupun Lewis !
- Senyawa alkena X jika diozonolisis akan menghasilkan propanaaldehida dan formaldehida yang akan saya tanyakan senyawa apakah yang akan dihasilkan menggunakan KMnO4 suasana asam..???



0 komentar:
Posting Komentar